Surat Malam Sang Mawar

Di tengah malam pada Mei yang aaaaaamat sunyi ini aku masih terjaga, dalam lamunan panjang yang tak kunjung usai. apa aku harus memaksa pikiranku untuk berhenti mengingat? mengingat semua hal  tentang kenangan-kenangan indah yang terpatri kuat di kedalaman hati. lantas harus bagaimana aku memulai untuk melupakan? sedang untuk berniat saja ada detik yang tersisa untuk teringat.

Terlalu sakit rasanya luka-luka yang kau goreskan ini. mengapa dahulu aku berani untuk mulai mencitaimu, ya.. padahal tak seharusnya kupupuk rasa itu hingga terlalu dalam. entah lah, aku yang salah?? atau siapa??
tapi sejak dulu, aku selalu bersyukur, atas perasaan yang telah Dia anugerahkan untukku.. mencintai dan menyayangimu adalah hal indah yang mampu mengajariku hidup. tentu saja, setelah sekian lama perasaan ini bersarang pada hati, tetap lah harus kusadari dan kuyakini bahwa Tidaklah Dia ciptakan dua hati dalam satu rongga..
Tentu saja, hatiku ini satu.. dan hanya layak untukNya..
maka sekarang, ketika aku merasa semua kepingan hati ini terserak.. wajar saja.. harusnya kupupuk dalam dalam hati ini hanya untukNya.. yang lebih mencintaiku dan selalu menyayangiku.. 

Aku berpikir keras, manakala merasakan perih yang mendalam. apa dirimu ingin menyakitiku?? tentu saja tidak bukan, aku yakin kalau kau pun memiliki hati.. yang sama isinya dengan apa yang kurasakan selama ini padamu. namun kemudia ada takdir dariNya yang harus membuatku merasa kau menyakitiku.. maafkan aku ya..
aku ini wanita biasa yang memang tak sempurna.. tapi seharusnya aku pantas mendapatkan yang lebih baik darimu.. yang tak sekedar menyayangiku lewat kata kata.. dan kuyakin akan hal itu...

Semoga Allah cepat menyembuhkan hatiku ini, dari sayatan sayatan yang kau buat.. tentu untuk membuatku menjadi wanita tegar.. yang kuat menghadapi kesakitan ini.
Aku takkan membenci dirimu..
tapi ayo sama-sama kita lihat nanti apa yang akan terjadi pada kita berdua???
Apa mungkin Allah tetap akan mentakdirkan kita bersama?? tak ada satu pun yang tahu bukan..
Entah kenapa meskipun aku telah terbanting jatuh dalam kecewa padamu, keyakinan atas perasaanmu ini masih ada dan tersimpan rapi.. sebelum ada jawaban akhir dariNya .. untuk kita berdua yang selama ini yakin atas kasih sayangNya..

Tapi sebenarnya siapa yang egois ya.. bertahun tahun aku setia..padamu.. menyimpan dan menjaga perasaan untukmu, lalu seketika dengan mudahnya kau abaikan janji-janjimu sendiri.. bahkan kau bobrokan kepingan kepercayaan yang selama ini kau minta dariku.. 
sungguh .. aku tak mampu lagi berdiri setelah ini.. jika bukan Allah lah yang menguatkan aku untuk itu.

Aku tak mengerti arah pembicaraanku ini.. kecewa marah dan kesal padamu tetap terselimuti harapan yang masih saja tersimpan.. tapi aku harus segera menutupnya .. ya menutup lembaran angan tentangmu..
lalu kemudian berdiri dan bangkit sendiri..
Tentu itu yg seharusnya kulakukan, saat ini juga!!


***

#dari kisah mawar dan camar  di buku itu

jika mencoba untuk membaca kembali kisahnya, sangat terharu dan banyaaaaak sekali hikmah yang bisa diambil, yang aku tanyakan.. dimana sanag mawar dan camar yang sebenarnya ya.. (?)

Comments

Popular Posts