Surat dari dan untuk Sang Dosen

Hallo semuanya, apa kabar? Tentunya sedang menikmati liburan ya. Bagaimana dengan penjurusan? Mudah-mudahan semuanya sudah terjuruskan, selamat ya. Yang masuk Matematika (siapa saja?) insya Allah ketemu saya lagi dong, ... mudah-mudahan tidak kapok ya.

Tentunya tidak semuanya terjurus ke prodi yang diinginkan. Saya berharap, tidak terjurus sesuai keinginan tidak dipandang sebagai sebuah kegagalan. Cobalah lihat itu sebagai sebuah kesempatan, sebuah peluang, opportunity. Dengan cara itu, rasa kecewa--kalaulah memang ada--mudah-mudahan bisa berkurang.

Percayalah, keempat bidang ilmu: astronomi, fisika, kimia dan matematika, itu sama menariknya. Sekarang mungkin belum terlihat, tetapi cobalah mencari, niscaya akan berjumpa dengan hal-hal menarik itu. Apalagi kalau mencarinya dengan hati ... ya kan, ketertarikan itu lebih ke rasa ketimbang rasio.

Belajarlah dengan tekun, nikmati semua kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Lalu segera tamat dari ITB. Kalau sudah tamat, saya akan memberi hadiah berupa pertemanan di FB . Sebelum itu, lebih baik kita berteman di dunia nyata. Sesekali mampirlah ke ruangan saya. Perlu saran ketika menghadapi masalah? Mampirlah, setidaknya saya akan menyediakan telinga untuk mendengarkan curhatan Anda.

Semoga semuanya sukses ya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

izinkan saya balas ini ya pak, :D

Alhamdulillah, segala puji dan rasa syukur tak henti-hentinya saya panjatkan dalam do'a padaNya. Kabar terbaik dari saya pak, hari-hari dalam waktu yang berlalu tanpa SKS ini rasanya memang patut untuk dinikmati. Ya tentu saja, orang bilang ini libur panjang... terlepas dari jeratan jam kuliah yang kemarin nyaris memenggal napas tersengal. Pun dengan teman-teman yang lain, saya rasa.. kami memang sedang menikmati liburan ini.

Bebas dan lepas tawa di hari-hari kemarin hingga hari ini. Udara kampus Ganesha yang paling dicinta sebenarnya masih saja terhirup. Karena sebagian besar dari kami, tetap menjeratkan diri pada kegiatan kampus yang menyita waktu untuk pulang ke kampung halaman. Dan, hari ini kebebasan itu tersekat sepersekian detik, tatkala saya ingat ada hal penting terkait jawaban pilihan yang selama ini dinanti. Penjurusan..

Baru saja saya buka laman yang selalu memacu adrenalin ini. Saya tertawa kecil, setelah mengumpulkan banyak energi untuk melihat halaman demi halamannya. Tapi sayang, saya baru mendapati tulisan "Anda belum terjuruskan...", padahal tanggal 9 Juni hari ini akan segera berlalu 2 jam lagi. Mungkin memang selalu butuh kesabaran yang lebih saat menantikan hal yang diharapkan.

Saya harus menyimpan ucapan selamat dari bapak, untuk kemudian menjadi penyemangat nanti ketika saya tahu di prodi mana akan melanjutkan perkuliahan. Tentu saja pak, Terimakasih..

Matematika, rasanya jadi teringat lagi... Apa saya boleh mengangkat tangan dan mengatakan "Saya Pak.." dan kemudian saya akan tersenyum, lalu berkata "Insya Allah tidak pak... apalagi kalau bapak sering-sering ajak kami jogging dan sarapan pagi" hehehe, Maaf pak.. itu terkait hal yang paling berkesan selama menjadi mahasiswamu.

Sedikit menyesal, mengapa saya tak sempat mengambil kesempatan untuk bisa melakukan hal tersebut. Kemarin saya terlalu takut, sampai pada akhirnya waktu tak lagi memberi ruang pada saya untuk memilih yang saya inginkan pak. Padahal, boleh jadi Allah akan memberikan apa yang saya inginkan itu ya.

Namun, biarlah pilihan saya jatuh pada hal dimana kelak saya ikhlas menjalaninya, memang bukan yang diinginkan sejak awal berniat masuk di kampus terbaik bangsa ini, tapi pesanmu untuk menjadikannya sebuah kesempatan akan senantiasa saya usahakan pak. Tak akan membiarakan sedikitpun celah untuk memandangnya sebagai sebuah kegagalan, karena ini adalah pilihan saya sendiri.

Ya, dengan sepenuh hati saya akan mencoba mencari hal yang menarik pada pilihan itu... dan saya yakin penuh bahwa kelak saya akan menemuinya disana, nanti semoga ada kesempatan saya untuk bisa bercerita pada bapak, dan menyatakan bahwa benar ketertarikan itu lebih kerasa ketimbang rasio.

Entah mengapa, mata ini mulai berkaca ketika saya mencoba membalas setiap kalimat yang bapak sampaikan. Tapi tentu satu alasan yang sangat saya pahami, bahwa... Ketika seseorang menyampaikan sesuatu dari mulutnya dan dibalas dengan perkataan dari mulut yang lain, itu akan menjadi perbincangan yang sekedar adu mulut saja. Tapi... Ketika seseorang menyampaikan sesuatu dari hati, maka itu akan sampai ke hati pula...
Dan saya rasa benar, bahwa sedikit tulisan dari bapak bukan lah sekedar sapaan sederhana bagi kami..

Saya akan tekun dan lebih rajin, karena saya tahu bahwa kesempatan memperbaiki semua hal itu pasti ada. Kesulitan dan tantangan yang dihadapi akan saya nikmati. Lalu, tentu saja saya ingin segera tamat dari ITB, supaya saya cepat-cepat bisa berteman dengan bapak di FB. hehehe, Maaf pak, saya tertawa kecil.. Ini hal menarik, pertanyaan yang dulu saya pendam sendiri "Mengapa dosen ini tidak mau menerima pertemanan dari mahasiswanya di FB?" ternyata, bapak sedang mempersiapkan hadiah untuk kami...

Sosok yang amat luar biasa ternyata selalu punya cara tersendiri untuk memperlakukan orang lain. dan cara bapak berhasil membuat kami menyematkan kesan yang luar biasa pula. Terimakasih banyak pak, atas segala yang telah bapak upayakan dengan maksimal untuk membantu kami selama satu tahun ini.

Maaf, bila pada suatu ketika bapak pernah mendapati saya, ataupun yang lain lengah saat bapak berusaha keras menyampaikan materi dengan jelas di kelas. Maaf, bila saya atau yang lain tak sengaja pernah mengabaikan tawaran tambahan tugas untuk nilai akhir kami, padahal pada akhirnya kami yang bertanya "Pak, kami bisa mendapat tambahan nilai dengan apa?" lalu bapak menjawab, "Saya sudah pernah bertanya, tapi tak ada yang menghiraukan."

Kesalahan kami pada bapak tak bisa satu persatu terurai, terlalu banyak mungkin pak. Kami, saya khususnya mohon maaf yang sedalam-dalamnya, jika pernah kami salah dalam bertindak dan berkata. 3 tahun ke depan masih sangat panjang, dan ilmu yang telah bapak berikan akan menjadi bekal untuk kami.

Terimakasih atas kesediaan bapak untuk dapat mendengar curahan hati kami.. Maaf saya amat lancang menyampaikan balasan ini, Dari hati yang masih gerimis tangis, dan qalbu yang terliput haru akibat perpisahan yang berada di pelupuk mata dan kesan-kesan mendalam yang hadir pada interaksi seorang Dosen dan mahasiswanya.


Aamiin Ya Allah Ya Rabbal 'Alamin..
saya amini doa bapak untuk kami semua ..

Terimakasih pak :)





















Comments

Popular Posts