Labirin Milik Kita
Bila kita sekarang berada pada sebuah labirin beku, Biar Tuhan lah yang mengajari kita untuk tetap hidup. Aku sebagai aku, dan kamu sebagai kamu..
Apa pada akhirnya pintu keluar itu hanya satu?
tentu saja.. jalan menujuNya..
satu hal yang menjadi satu pertanyaan mendalam bagiku,
apa waktu akan membuat kita bertemu?
pada ambang pintu yang sama, pada detik jarum jam yang sama?
atau kau mungkin lebih dulu menemukan jalan itu, dan entah dimana aku saat kau mulai beranjak dari kebekuan labirin ini
atau bahkan sebaliknya?
Apapun itu, aku tahu.. Tuhan yang menyayangi kita takkan membiarkan kita tersesat.. pada akhirnya aku atau dirimu akan menemui lorong itu..
bersama siapa aku? aku tak tahu..
bersama siapa dirimu? pun ku tak tahu..
semoga perjalanku, perjalananmu dalam menembus ruang yang sulit ini dapat segera berakhir dengan indah..
pada saatnya nanti, kita akan menyaksikan jawaban terindah dari Kekasih kita..
terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku yang lalu,
sebelum beku dalam labirin ini benar-benar memisahkan kita berdua..
aku takkan pernah menyesali apapun yang telah terjadi..
aku mencintaimu, dalam batas penghambaanku padaNYA..
Comments
Post a Comment