Merefleksikan Diri

Kampus Ganesha, 21 Juni 2013
"Tersenyum dengan hati yang tulus!" nasihatku pada diri sendiri.
"Apapun yang dilalui, sesulit apapun, seberat apapun, hadapi dengan senyuman!"
Aku menarik nafas panjang, lantas hatiku bergetar nanar. "Apa aku bisa melewati semua ini dengan mudah?" jawaban "Ya" dari hatiku tertahan di ujung bibir yang seolah menjadi kelu.
Ini rahmat sekaligus ujian bagiku! Ujian untuk mencapai nilai-nilai kehidupan berkualitas yang memaksa pribadi ini menjadi pribadi yang berintegritas. Tentu akan sulit (mungkin) menghadapi ini semua. namun... keyakinan ini biar kusemai dalam-dalam di taman hati! Semoga aku dapat melewati apapun rintangan, halangan, ujian, dengan ikhlas dan sabar.  
 Aku melihat kembali catatan lamaku, dan salah satunya berisi tulisan tersebut. Ah aku jadi ingat kembali tentang masa-masa sebelum aku berada di tempat ini. Ketakutan dan keyakinan yang bersatu dan elegi-elegi rasa yang ternyata manis bila kukenang saat ini.

Saatnya kujawab semua pertanyaanku dahulu. Saatnya kupastikan pula tentang sketsa perjalanan yang dulu juga kulukis sendiri. Apakan telah menjadi indah?

Membaca tulisanku, seperti membaca memoar mimpi-mimpiku. Aku tersadar! dan Tertampar! 
pada titik mana kuberada sekarang? apakah sudah mendekati puncak indah yang kuidam-idamkan dahulu.

Ah! Benar!! Aku harus kembali merangkai mimpi.. agar kemudian dimasa depan aku bisa melakukan hal yang sama seperti ini.
Merefleksikan diri!

Rumah Pelangi, 18 Mei 2016

Comments

Popular Posts