New Chapter : Saling Bersyukur

Sudah menjelang empat bulan, sejak pertama kali aku menumpangi Argo Parahyangan yang membawaku melesat ke ibu kota. Pengalaman pertama kalinya menumpangi kereta Cimahi-Gambir, mengantarku menemui pengalaman pertama kalinya pula, menempuh proses menggenapkan separuh diin-ku, hingga sejauh ini.

Alhamdulillah..
Sungguh, tidak ada selain-Nya lah yang kemudian membuat kami saling bertemu. Pada hari itu.. dimana sapa pun enggan mengudara, hanya debar dada yang berguncang seolah memberi tanda. Belum ada suara, belum ada cerita...
Kami berpapasan dengan saling diam tanpa kata, padahal ada hati yang mulai  bicara.

Jarak menyekat,
dibalik kabin gedung pun ada yang memikat.

Alhamdulillah..
Sungguh, tidak ada selain-Nya lah yang kemudian membuat kami saling bertatap. Pada detik itu..
dimana serentang senyuman melayang, menandakan keramahan, sewajarnya orang yang saling mengenal beradu pandang. 

Tak pernah menyangka sebelumnya, bahwa akan secepat ini Ia memberikan jawaban dari doaku, mungkin juga doanya, doa kami. Ya! jawaban doa yang mengakhiri penantian panjang kemudian siap membentang kisah seluas samudera untuk membuat semua rasa ini bisa saling bermuara. 

Sosoknya seolah merupa hadiah dari Tuhan untuk kepasrahanku pada takdir-Nya, tempo hari. Saat aku dengan lirihnya menyebut, terserah pada-Mu, aku ikut mau-Mu. Mungkin rapalan doa itu beradu jauh sebelum mata kami, bertemu dengan doanya yang juga merendah dihadapan-Nya, hadirkan petunjuk siapa yang harus kutuju. Hingga kami sama-sama melangkah ke sebuah tempat yang sama. 

Saling bersyukur, ketika kami saling mengeja nama satu sama lain. Semoga Allah SWT menganugerahkan hadiah-hadiah lain untuk kami, selanjutnya. Sampai nanti, sampai tutup usia, sampai kami beradu temu lagi di hadapan-Nya. Himpun kami dengan cinta dan syukur yang terus tumbuh subur, Ya Allah... 




Comments

Popular Posts