Memetik Kebuh Hikmah

Catatan kecil, 
18 Januari 2013

Alhamdulillah, hari ini luar biasaaaaa!!!!

Perjuangan masa-masa sekolah jadi cerita yang nanti bakal terus terkenang. Terkenang indah! Paling indah!!
Alhamdulillah...
Huuuuuh!! Helaan nafas panjang!

Allah... Aku mohon ampun pada-Mu. Nikmat mana lagi yang kudustakan? Aku sungguh bersyukur. Oh my Allah... Engkau begitu baik! :) memberikanku kesempatan untuk sejenak mengambil hikmah hidup ini. Hari ini, banyaaaak.. amat banyak yang menjadi inspirasiku. 

Satu hal ini, sungguh pelajaran berharga yang bisa kupetik dari kebun hikmah milik-Nya. 
Belajarlah untuk menilai segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dengan amukan hatimu. Carilah celah ketika kau dirundungi masalah, kau masih bisa tetap tenang. Pikiran positif juga menentukan keputusanmu dalam berbicara.
Senang rasanya, hati ini masih bisa berkata pada diriku sendiri.
Belajarlah menjadi seseorang yang pemberani, yang memang berani dalam keadilan dan juga kebenaran. Ingat juga!! Bahwa semakin tinggi gunung didaki, akan semakin terjal.  Hidup ini tak mungkin hanya menjadi sepenggal kisah tanpa tendensi yang mampu membaikkan kualitas diri, jika tawar... maka sama saja seperti membatu menunggu dentang usia.
Benar kan?? Bukan begitu???

Aku menemukan alasan, mengapa di dunia ini ada masalah. Tak usah gentar, semua hanya sandiwara yang apabila kita baik dalam menyikapinya, maka baik pula lah semua halnya.  Aku pernah menyimpulkan pembelajaran dari seorang pemimpin hebat. Bahwa 'Masalah hidup' dan 'solusi' itu mendapat start yang sama dari Sang Pencipta. Namun, memang takdir dari-Nya ketika 'masalah' lah yang lebih dulu sampai pada kita. Barangkali jika 'solusi'nya yang lebih cepat kita ketahui, darimana kita akan belajar mengambil hikmah hidup? Darimana kita akan belajar kesabaran dan keikhlasan.

Kupikir Allah yang Maha Sempurna itu, tak ingin membiarkan hamba-hambanya menyia-nyiakan akal, hati, dan perasaan yang telah Dia fitrahkan kepada kita.  Maka inilah satu dari sekian banyak kasih sayang yang Allah berikan. Jadi, seharusnya tak ada alasan untukku, untuk kita mengeluhkan apa yang terjadi dan teralami dalam hidup ini. Bersyukur, selalu bersyukur ya :D


Hari ini, aku belajar pula tentang senyuman...

hal yang paling sulit didapat tanpa keikhlasan. Maka, ikhlaslah... agar sesuatu yang manis dapat terukir di sudut bibirmu. Sesuatu yang mendamaikan orang-orang sekitarmu, orang-orang yang berharap ada cinta dalam dirimu. Cinta persaudaraan yang tak akan pernah berkarat oleh waktu, 'jika memang datang dari hati yang penuh keikhlasan'.

Indah... indah nian ya... Binar-binar dari wajah yang penuh dengan kasih, bila terpancar sempurna kan menjadi permata yang tak ternilai harganya.
Belajarlah... menjadi sosok wanita yang murah hati dan lemah lembut, mendamaikan sahabat-sahabat, menginspirasi, memberikan motivasi untuk kebaikan diri pribadi, dan orang lain.

Aku jadi berpikir tentang ini.

Setelah selama ini baru kusadari bahwa, sebuah mutiara tak akan pernah ada jika tak ada pasir yang berani masuk ke zona nakreas sang kerang yang mungkin mengerikan baginya.
Mutiara itu dulunya pasir, pasir yang pemberani dan hebat. Apakah bisa menjadi mutiara yang tak pernah pudar? Aku bisa, kamu, kita bisaaa!! Siapa bilang tak bisa?!

Pribadi yang lembut itu, bukan berarti lemah. Tapi tetap tegas dengan anggun. Semua 'mutiara' memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar manis. Ini hanya soal ikhtiar, do'a, dan keputusan-Nya. Tapi yakin saja, Yakiiiin! Bahwa Allah tidak akan pernah mengingkari janji-Nya. Janji-Nya adalah pasti.
Siapapun yang bersungguh-sungguh sekarang, ia berarti sedang sungguh-sungguh merencanakan masa depannya.
Kelak, ketika Allah Sang Penggenggam kehidupan berkata, "Kun Fayakun." Jadi.. Maka jadilah apa yang telah kita usahakan. Itu keyakinan, Ya.. adalah sebuah keyakinan...


Semoga hari esok dan seterusnya lebih indah.
Thank you, Allah.. For a beautiful day :)
(Derin Nura'ini)

 ***





Comments

Popular Posts