Hujan
Hujan.
Tak
berkata saat butiran-butiran air jatuh di atas ubun-ubun, seperti terguyur. Kaku,
merasakan bening ini menembus kain mahkotaku.. Dingin.. semakin dingin.. Beku dan
semakin membeku. Berlari ku di antara tetesan hujan, entah di nusantara atau
sudut mata. Bahkan melihat ke langit, bekejaran lah sang hujan. Menunduk kebumi,
lantas jatuh pelahan.
Aku
jatuh cinta, pada dia yang membawaku terbang ke awan. Menembus angkasa, dan
menjatuhkanku disana. Diantara jutaan bintang. Sampai indah kuniang-niang dalam
ingatan. mengajariku untuk sendiri, mencari orbit angkasa yang membiarkanku
hidup. Grafitasi bumi membawa ruhku kembali, pada jiwa yang sedang berdeku
semu. Seolah ingin berteriak, memanggilku dari bumi yang juga tak bicara.
Saatnya
aku kembali, merasakan nyatanya guyuran hujan ini. seperti jatuh dari angkasa
raya. menembus atmosfer yang menjadikanku semakin kecil, hingga berada pada titik
penghambaanku yang paling rendah. Bersujudlah daku dalam butiran doa dan air
mata. Entah apa tadi yang kurasa. Seperti mengawang, lalu seketika membumi
lagi.
Di hamparan
tanah wangi ini, biarkan aku mulai menjadi bunga dengan satu keajaiban dariNYA.
Aku senang bila hujan selalu datang pada tiap kali pelataran ini menjadi
gersang, karena kesangsian. Akupun tetap cinta padanya, yang mengajariku hidup.
Sendiri…
Dan kucinta pada Hujan yang diturunkan-Nya, karena itulah saat dikabulkannya doa.....
ReplyDeleteAllah menurunkan hujan sebagai pengobat bagi orang-orang yang putus asa.. saya pernah dengar itu mba . :D
Delete