Generasi Muslim yang Cerdas Tanpa Batas
Generasi Muslim yang Cerdas Tanpa Batas
Let’s to be!! We wanna be!!
( Wajah Peradaban Islam di Indonesia 2039)
“Dua ribu Tiga puluh Sembilaaaaaan…!!” Gemeretak suara nyaris memecah gendang telinga. Bukan merupakan teriakan tentang jumlah nominal mata uang, bukan juga sekedar bilangan tanpa makna yang terangkai. Tapi ketahuilah! Ini tentang kehidupan dan kenyataan dalam sebuah peradaban.
Tak apa jika suara itu nyaris memecah gendang telinga, menggeparkan seluruh sudut kota, bahkan menyita perhatian semua belahan dunia. Karena kini kita akan berbicara masalah realita. Ya…
“Realita”, satu kata yang menjadi dasar pemahaman bahwa hidup ini tak mungkin berlalu tanpa berbagai macam tendensi.
Islam telah lahir berjuta tahun silam. Adanya menjadi penerang zaman kejahiliyahan. Satu kata kunci mengenai peradabannya adalah ‘masa keemasan’.
Zaman Kejayaan Islam (sekitar 750 M - sek. 1258 M) adalah masa ketika para filsuf, ilmuwan, dan insinyur di Dunia Islam menghasilkan banyak kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan, baik dengan menjaga tradisi yang telah ada ataupun dengan menambahkan penemuan dan inovasi mereka sendiri.(1)
Kejayaan Islam dalam membangun peradaban manusia tidak bisa dibantah. Dalam sejarah peradaban Islam tercatat tinta emas bagaimana para sahabat dengan semangat mempelajari ilmu pengetahuan baik dari al-Qur’an dan hadis. Kemudian melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan yang diaplikasikan ke dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada abad I Hijriyah, begitu semangatnya para shahabat belajar langsung kepada Rasulullah SAW. Mereka menghafal setiap ayat al-Qur’an yang disampaikan Rasulullah SAW, bahkan karena takut lupa mereka mencatat di kulit, tulang, dan berbagai macam media lainnya.
Pada zaman kemajuan peradaban Islam abad ke-7 sampai 17 tak hanya melahirkan generasi yang mumpuni di bidang keagamaan tapi juga berbagai ilmu pengetahuan. Era itu banyak melahirkan para ilmuwan di berbagai bidang dengan berbagai temuan teori-teori baru yang menjadi sumbangan besar bagi sejarah peradaban dunia.
Itu merupakan sedikit ulasan tentang abad-abad keemasan peradaban Islam. Begitu megahnya bukan? Islam dapat menyebar ke seluruh penjuru dunia, menebar kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan umat manusia. Sampai pada akhirnya udara segar dari kejernihan Islam pun turut dapat kita hirup sekarang.
Ada satu hal yang perlu kita garis bawahi bersama, yaitu mengenai perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Tidakkah kita tahu bahwa segala macam ilmu pengetahuan yang kini telah berkembang sedemikian pesatnya merupakan karya para ilmuan Islam?
Al-Khawarizmi dengan karyanya Kitab Al-Jabr wal Muqabalah mengembangkan ilmu matematika, Jabir Ibnu Hayyan yang telah mendapat predikat ‘Bapak Kimia Modern’, Al-Jahiz sebagai pencetus pertama teori evolusi, al-Qazwini, al-Damiri, Abu Zakariya Yahya, Abdullah Ibn Ahmad Bin Al-Baytar, dan al-Mashudi sebagai pencetus ilmu-ilmu biologi. Al-Farisi yang menguasai ilmu fisika. Dan banyak lagi ilmuan islam yang turut mewarnai perkembangan ilmu pengetahuan.
Namun, pada zaman sekarang hal ini seolah menjadi semu. Tak banyak dari kita mengetahui sejarah peradaban Islam yang begitu hebatnya. Padahal, sejarah peradaban Islam akan banyak memberikan pelajaran (bahwa Islam tidak mengenal pemisahan yang kaku antara ilmu pengetahuan, etika, dan ajaran agama. Satu dengan yang lain, dijalankan dalam satu tarikan nafas. Pengamalan syariat Islam, sama pentingnya dan memiliki prioritas yang sama dengan riset-riset ilmiah.) Sampai akhirnya dapat terwujud peradaban yang mulia dengan berlandaskan ilmu pengetahuan.
Berkaca dari kisah Peradaban Islam yang menakjubkan di masa yang lalu, seharusnya kita bisa meneladani konsep kemajuan peradaban. Hal tersebut akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat di tengah-tengah kita, generasi muda Indonesia.
Kita adalah tumpuan bangsa yang harus turut andil dalam pembangunan peradaban. Sebenarnya, jalan untuk mencapai penerangan itu telah sampai pada gerbang-gerbang kecil. Gerbang kecil yang akan menghantarkan kita pada suatu pemikiran besar untuk membangun kembali masa keemasan.
Berapa banyak angkatan muda yang kini sedang mengkaji dalam-dalam tentang permasalahan ini? Tentu bukan hanya satu atau dua orang saja jawabannya. Asumsikan ratusan bahkan ribuan jiwa tunas merah putih mulai peduli dan empati. Maka 25 tahun lagi, Indonesia akan memancarkan titik terang bagi peradaban. Di negeri ini, dan belahan dunia.
“Dua ribu Tiga puluh Sembilaaaaaan…!!” Ya, Tahun 2039 akan memiliki wajah peradaban yang merona. Wajah peradaban Islam dalam perkembangan pendidikan di Indonesia yang akan meraja. Karena kita ini umat Islam, muslim yang berpedoman sama seperti para ilmuan islam terdahulu. Jika pada abad ketujuh mereka mampu menemukan berbagai macam disiplin ilmu, mengapa kita sekarang tak bisa, walau hanya sekedar mengembangkannya?
Seharusnya kita bisa!
Indonesia memiliki piramida pertumbuhan penduduk seperti pyramid yang kokoh. Sumber daya manusia yang sekarang berusia 18-20 tahun, 20-25 tahun mendatang akan menjadi seorang dewasa yang memasuki usia produktif. Ini menjadi modal untuk kita ciptakan wajah tahun 2039 dengan berjuta karya dan cahaya.
Mari kita bersama-sama melukis sketsa wajah peradaban tahun 2039!
Di tahun 2039 Indonesia akan melahirkan generasi Rabbani yang Qurani, memiliki manusia-manusia yang taat dan intelek, dipenuhi jiwa-jiwa yang seimbang iman, ilmu, dan amal. Bangsa ini akan menjadi tempat bagi para penggerak kebudayaan islam, yang pemikirannya disantuni dan perilakunya diteladani.
Nusantara tercinta kita ini akan dipimpin oleh manusia yang menjadikan iman sebagai rasionalitas dan Islam sebagai ruh dari pengamalan ilmunya. Manusia yang dapat mengkolaborasikan Agama, sains, dan budaya sebagai satu kesatuan sebagai cerminan dari ilmunya dan perwujudan dari amalnya.
Itu semua dapat kita wujudkan dengan satu kunci, yaitu menjadi generasi muslim yang cerdas tanpa batas!
Mari kita menuntut ilmu pengetahuan dengan sebenar-benarnya, menumbuhkan semangat mengembangkan disiplin ilmu, memiliki mental seperti para ilmuan terdahulu yang pekerja keras untuk menciptakan hal yang baru. Sungguh-sungguh dalam pencarian jati diri sebagai seorang muslim. menjalani kehidupan dengan tak terlepas dari pedoman kita sebagai umat islam. Alquran dan sunnah.
Agar kita mampu menjadi generasi pembangun peradaban emas, agar dari generasi kita akan lahir generasi cemerlang yang mewarnai peradaban islam di Indonesia tahun 2039!
Salam peradaban gemilang,
“Let’s to be!! We wanna be!! GENERASI MUSLIM YANG CERDAS TANPA BATAS”
Derin Nur’aini
-Rumah Visi Salman ITB-
Comments
Post a Comment