Untuk yang Tersayang...
Cimahi, 22 Desember 2011
Untuk yang tersayang, mamah…
Selamat
pagi Mamahku yang cantik, kupastikan kau menerima setangkai mawar dariku dan
sepucuk surat ini ya. Maafkan aku tak ada disampingmu sekarang. Sengaja aku
pergi lebih pagi dari biasanya. oh ya, sudah kubuatkan segelas susu coklat
kesukaanmu dan pisang goreng khas kita. Selamat menikmati…
Sambil
meneguk manisnya minuman itu, jawab pertanyaan sederhanaku ya mah…
Tahukah apa
yang kini tersampir dalam dadaku? Sesak hatiku dipenuhi amukan rindu yang mendalam.
Rindu… rindu akan kebahagiaan yang sempurna. Kebahagiaan sempurna yang sedang
kuusahakan, untuk merangkai bunga kenangan bersamamu.
Ini
kali pertamaku beranikan diri untuk mendeklarasikan rasa kasih sayangku padamu,
ya… kali pertama kusampaikan lewat setangkai mawar anggun nan menawan dan
suntai kata yang mendayu. Semoga senyuman kan terukir manis di sudut bibirmu.
Mah,
sekarang aku mengerti dan mulai memahami… aku bukanlah gadis kecil yang masih
harus meminta ibunya untuk mengucirkan pita di rambut yang terurai. Aku mulai
beranjak dewasa, jilbab kucoba terjuntai hingga ke dada. Perangai kuhias-hias
bak permata. Tapi tak ayal, kerap kali aku masih membuatmu menjatuhkan air
mata. Maafkan aku…
Maafkan
aku yang masih sering memandang egoku, maafkan aku yang seringkali tak peduli.
Namun, percayalah… terpatri kuat dalam hati ini, niatku untuk menjadi seorang
putri yang lembut menyambut dan halus menyapa siapapun, terutama menyapamu.
Afwan
Jiddan ya Mah… maafkan atas segala kesalahanku. Tak ingin sedikitpun menyakiti
hati dan perasaanmu. Aku, hanya ingin melihatmu tersenyum dan bahagia.
Mamahku
tersayang,
Kau
pelita malam disaat gelap menakuti jiwaku yang kosong, kau mutiara di senyawa
dalam diriku yang hampa. Kau malaikatku, pelindungku. Kau harap cintaku…
Terimakasih
atas segala yang telah kau berikan untukku, atas semua yang telah kau korbankan
demi aku. Tiada harta manapun yang akan mempu menggantikan seluruh ketulusanmu.
Mamahku
yang shalihah…
Terimakasih
banyak, rasa syukurku tak pernah kuhentikan ketika aku sadar kaulah yang
mendidikku, mengajakku, dan mengajariku untuk mengenal Tuhan. Allah SWT. Nikmat
islam kugenggam dan kurasakan pada jiwa ini, menghujam dalam-dalam. Kini
perlahan aku mengerti arti dan makna hidup ini. Ridha Allah adalah ridhamu…
Mah,
Insyaa Allah.. aku punya banyak mimpi yang satu persatu harus kuraih. Aku ingin
dapat membuatmu menarik senyuman bangga padaku. Hingga haru biru akan
menyelimuti bahagiamu.
Doakan
aku selalu ya Mah, agar aku bisa meraih segala cita-citaku. Menggapai segala
mimpiku dalam rangkaian asa yang sempurna. Doakan aku agar mampu tegap berdiri
menghadang rintangan yang menghalangi jalanku, jalan tempuh menuju mimpiku.
Doakan
aku, semoga aku bisa menjadi gadismu seperti setangkai mawar yang sekarang kau
genggam. Mawar yang indah, namun terjaga… menjadi putri cantik yang selalu kau
dambakan kehadirannya, kau nantikan perkataannya… menjadi seorang gadis ayu
yang anggun, putri shalihah yang kau harapkan.
Mamahku
tercinta,
Doakan
aku agar kelak aku dapat memberikan mahkota terindah dan jubah emas untukmu di
Jannah , agar kelak dapat kubangun rumah termegah di tempat paling indah yang
abadi. Semoga engkau ridha, dan Allah pun ridha atas syahid yang sedang
kuusahakan. Walau sederhana, tapi semoga usahaku sampai padanya. Karena kuingin
kita kembali pada-Nya dalam keadaan terbaik, dan kelak kita kembali di
kumpulkan di Surga milik-Nya.
Aku…
Dengan
segala keterbatasanku, tetap kurindukan sosok lemah lembutmu, yang selalu
menjadi pengobat hatiku dikala diri ini mulai terasa lelah dan melemah. Ketika
kaki ini tak mampu lagi tegak berdiri, kaulah yang setia menopang kekuatanku.
Hanya kau yang menjadi penawar luka-lukaku.
Mamah,
dirimu adalah wanita yang paling luar biasa. Malaikat terindah dalam hidupku.
Kumohon padamu, untuk selalu tegar menghadapi apapun yang menjadi rintangan
hidup ini. Percayalah, aku… untukmu. Kau memiliki aku yang senantiasa ingin kau
bahagia.
Dari
hati yang masih gerimis tangis, dan qalbu yang tersendak rindu. Sekali lagi
kuhaturkan dua kata untukmu,
Terimakasih dan maaf…
Selamat hari Ibu… Aku
sungguh menyayangi dan mencintaimu.Putrimu..

Subhanallah. Semoga cita-cita muliamu tercapai Rin :-)
ReplyDelete